Jurnal Refleksi Minggu Ke-10_CGP Indra Hadi Karmaulu, S.Pd.
JURNAL REFLEKSI MINGGU KE-10_CGP Indra Hadi Karmaulu, S.Pd.
Unit Kerja : SMP Negeri 2 Lage
MODEL SEGITIGA REFLEKSI
Segitiga warna hijau : Setelah pembelajaran minggu ini, saya akhirnya mampu ..., Segitiga warna merah : Setelah pembelajaran minggu ini, saya akhirnya memahami bahwa ..., Segitiga warna pink : Perasaan saya setelah melakukan pembelajaran minggu ini adalah ..., Segitiga warna biru : Setelah melakukan pembelajaran minggu ini, target saya berikutnya adalah ...
- Diferensiasi Konten, adalah apa yang kita ajarkan pada murid-murid kita, konten dapat dibedakan sebagai tanggapan terhadap kesiapan, minat dan profil belajar murid yang berbeda. Tomlinsen memberikan kita alat bernama Aqualizer yang dapat membantu guru untuk menentukan kesiapan, minat dan profil belajar murid.
- Diferensiasi Proses, mengacu pada bagaimana murid akan memahami atau memaknai apa informasi atau materi yang dipelajari. Guru harus memikirkan bagaimana kebutuhan murid bisa dipenuhi. Cara melakukan diferensiasi proses: 1) Guru dapat melakukan kegiatan berjenjang, 2) Guru dapat menyediakan pertanyaan pemandu (tantangan) yang perlu diselesaikan di sudut-sudut minat yang disiapkan di kelas, 3) Membuat agenda individual untuk murid, 4) Memvariasikan lama waktu yang murid dapat ambil untuk menyelesaikan tugas, 5) Mengembangkan kegiatan bervariasi, 6) Menggunakan pengelompokkan yang fleksibel.
- Diferensiasi Produk, adalah hasil dari pekerjaan atau unjuk kerja yang harus ditunjukkan oleh murid kepada guru.
Lingkungan belajar adalah faktor yang mendukung pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi harus dapat dibangun diatas apa yang disebut learning community atau lingkungan belajar, adalah komunitas yang kesemua anggotanya adalah pembelajar. Lingkungan belajar yang mendukung pembelajaran berdiferensiasi yaitu : 1) setiap orang dalam kelas menyambut dan merasa disambut dengan baik, 2) Setiap orang dalam kelas tersebut saling menghargai, 3) Murid akan merasa aman, 4) Ada harapan bagi pertumbuhan, 5) Guru mengajar untuk mencapai kesuksesan, 6) Ada keadilan dalam bentuk yang nyata, 7) Guru dan murid berkolaborasi untuk pertumbuhan dan kesuksesan bersama.
Selanjutnya Peran Penilaian dalam Pembelajaran Berdiferensiasi, adalah proses mengumpulkan, mensintesis dan menafsirkan informasi di kelas untuk tujuan membantu pengambilan keputusan guru. Ini mencakup berbagai informasi yang membantu guru untuk memahami murid mereka, memantau proses belajar mengajar, dan membangun komunitas kelas yang efektif. Di dalam kelas, kita dapat memandang penilaian dalam 3 perspektif, yaitu : 1) Assesment for learning-penilaian yang dilakukan selama berlangsungnya proses pembelajaran dan biasanya digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan proses pembelajaran, 2) Assesment of learning-penilaian yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran selesai, 3) Assesment as learning-penilaian sebagai proses belajar dan melibatkan murid-murid secara aktif dalam kegiatan penilaian tersebut. Dalam praktik pembelajaran berdiferensiasi penilaian formatif memegang peranan yang sangat penting, karena penilaian formatif ini bersifat memonitor proses pembelajaran, dan dilakukan secara berkelanjutan serta konsisten, sehingga akan membantu guru untuk memantau pengetahuan, pemahaman dan keterampilan murid yang berkembang terkait dengan topik atau materi yang sedang dipelajari (Tomlinsen dan Moon, 2013).
Komentar
Posting Komentar